Senin, 25 Mei 2015

Bunga Untuk Ibu

Bunga Untuk Ibu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pagi itu, seorang pria tampak turun dari mobil mewahnya. Ia bermaksud untuk membeli sebuah kado di kompleks pertokoan itu. Besok adalah hari Ibu, dan ia bermaksud untuk membeli lalu mengirimkan sebuah hadiah lewat pos untuk ibunya di kampung. Seorang Ibu yang pernah ia tinggal pergi beberapa tahun lalu untuk kuliah, mencari nafkah, dan mengejar kesuksesan di kota besar ini.

Langkah-langkah pria itu terhenti di depan sebuah toko bunga. Ia melihat seorang gadis cantik. Ternyata, gadis itu adalah adik tingkatnya semasa kuliah dulu. Gadis itu terlihat sedang memandangi lesu rangkaian bunga-bunga indah di etalase. Matanya terlihat dengan jelas tengah berkaca-kaca, air mata nya hendak meleleh, seperti akan menangis.

Pria itu bertanya ?Ada apa denganmu? Ada apa dengan bunga-bunga itu??

?Aku ingin memberi salah satu rangkaian bunga mawar ini untuk ibu saya,? gadis cantik itu melanjutkan, ?Seumur hidup, saya belum pernah memberikan bunga seindah ini untuk ibu.?

?Kenapa tidak kau beli saja? Ini bagus, kok.? Cerita pria tersebut sambil turut mengamati salah satu karangan bunga.

?Uang saya tidak cukup.?

?Ya sudah, pilih saja salah satu, aku yang akan membayarnya.? Pria itu menawarkan diri
... baca selengkapnya di Bunga Untuk Ibu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 07 Mei 2015

Wiro Sableng #41 : Malaikat Maut Berambut Salju

Wiro Sableng #41 : Malaikat Maut Berambut Salju Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Gubuk di tengah rimba belantara itu tenggelam dalam kesunyian dan kegelapan malam. Satu pertanda tidak ada orang atau penghuni di dalamnya. Seekor burung hantu mengepakkan sayapnya di cabang sebuah pohon lalu mengeluarkan suara aneh menggidikkan bagi siapa saja yang mendengarnya. Pada saat itulah lapat-lapat di kejauhan terdengar suara langkah-langkah kaki kuda. Agaknya binatang ini tidak berlari kencang melainkan berjalan perlahan dalam kegelapan malam.

Binatang itu sampai di depan gubuk. Penunggangnya ternyata seorang lelaki dan seorang perempuan. Yang lelaki turun lebih dahulu lalu membantu yang perempuan. Perempuan ini tampak menggendong sesuatu yang ternyata adalah seorang bayi terbungkus dalam kain tebal.

"Kau masuklah lebih dulu. Aku akan menyembunyikan kuda ......" berkata yang lelaki.

Suaranya hampir berbisik. Setelah istri dan anak dalam gendongan masuk ke dalam gubuk, lelaki itu c
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #41 : Malaikat Maut Berambut Salju Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 24 Maret 2015

Cerdas, Cerlang (yang) Pedas

Cerdas, Cerlang (yang) Pedas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kepolosan anak kadang muncul sebagai pemikiran murni tanpa terdistorsi motif menang-kalah sebagaimana kita yang mengaku dewasa.

Sore itu, di ruang konsultasi saya hadir pasangan suami-isteri, Pak Deddy Kartana dan Bu Normalia, orangtua Bagas Dewantara, anak berusia 5 tahun. Mereka meminta konsultasi tentang hasil pemetaan Multiple Intelligences Bagas yang, menurut mereka, sungguh di luar bayangan. Selama ini keduanya menganggap, Bagas rendah pada kecerdasan Logika Matematika, Interpersonal, dan Intrapersonal; padahal data menunjukkan, selain Bagas memadai pada keempat kecerdasan lainnya ?Spasial, Kinestetik, Musik, dan Logika Bahasa? ia justru sangat menonjol pada ketiga kecerdasan.

“Semula kami hampir tak percaya begitu membaca hasil asesmen Bagas. Pasalnya, Bagas kami kenali tak pernah menunjukkan ketertarikan pada dunia angka, tidak terlalu banyak bicara bahkan cenderung pendiam,” tutur Pak Deddy mengawali sesi. “Satu hal yang mungkin lepas dari perhatian kami, Bagas sering menunjukkan keanehan,” lanjut Pak Deddy. Ia terdiam sesaat, terkesan sedang mengingat suatu kejadian dan kebingungan menentukan dari mana ia harus memulai kalimat b
... baca selengkapnya di Cerdas, Cerlang (yang) Pedas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 23 Maret 2015

Guruku dan Bungaku

Guruku dan Bungaku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Namaku Putri Azizzah. Biasa dipanggil Putri. Akhirnya pengorbanan dan kerja keras ku terbayar sudah, kini aku telah menjadi seorang sarjana pendidikan. Kini aku sudah bisa melihat senyum indah mengembang di wajah tulus kedua orang tua ku. Tapi ini baru awal dari lembaran hidup yang sebenarnya. Mengabdi pada masyarakat sebagai tenaga pendidik di Sekolah Dasar. Ya memang sebenarnya dulu aku tidak bercita-cita menjadi seorang guru, namun orang tua dan takdir yang membuatku ada di pilihan ini.

Kini tiba saatnya aku mengabdi mengemban tugas untuk membina anak-anak nan imut dengan segala tingkah lucunya. Hari ini hari pertama ku benar-benar menjadi seorang guru. Wah rasanya gimana gitu. Aku berusaha ber penampilan rapi. Kan guru harus bisa menjadi teladan bagi murid-muridnya ya kan?
Pagi ini aku melangkah dengan hati tak tentu, walaupun dulu pernah PPL mengajar, namun saat ini saat yang benar-benar nyata. Ini hari pertama ku aku menjadi seorang guru. Yang sering dikatakan pahlawan tanp
... baca selengkapnya di Guruku dan Bungaku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 19 Maret 2015

Matahari pun Tak Bosan

Matahari pun Tak Bosan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di pucuk dedaunan masih bergelayutan embun nan segar. Malu-malu ia untuk pergi meninggalkan tempatnya. Hasil gutasi ditambah suasana dinginnya malam dia muncul disana. Perlahan-lahan dia sebar senyum disekitarnya. Kulihat sejenak. Kutatap lama. Senyumnya terlempar buatku. Hatiku menyambut senyum itu. Namun, kehadirannya tak bertahan lama. Seiring datangnya mentari, senyumnya menghilang. Angin sepoi datang menghampiri dan tanpa belas kasihan dihantamnya sang embun hingga tersungkur berurai di tanah. Hatiku teriris, kasihan melihat nasib si embun.

Ku bangkit setelah lama ambil posisi jongkok menyaksikan kejadian yang menimpa embun. Mentari mulai meninggi dan membasahi seluruh ragaku dengan cahaya kuningnya yang lembut. Kugerakan seluruh ototku. Kuajak tubuhku beraktivitas. Yah… kuolah ragaku.

Putar kanan… putar kiri… hadap kanan… hadap kiri… badanku meliuk-liuk. Aliran darah segar segera membanjiri pembuluh darahku. Aku terbuai keasyikan. Di tengah keasyikan itu, samar-samar kudengar orang berc
... baca selengkapnya di Matahari pun Tak Bosan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 09 Maret 2015

Bila Tuhan Bermain Petak Umpet

Bila Tuhan Bermain Petak Umpet Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pada suatu saat Tuhan memberi tebakan kepada pada malaikat-malaikatnya, ?Jika Aku mau bermain petak umpet dengan manusia, apakah kalian tahu dimana tempat yang paling aman untuk bersembunyi ??

Malaikat pertama menjawab, ?Di dalam laut terdalam !?

?Salah? jawab Tuhan. ?Manusia tetap dapat menemukanku, dengan akal pikirannya mereka dapat menciptakan kapal selam canggih yang dapat memetakan seluruh isi laut.?

Malaikat kedua menjawab, ?Di puncak gunung Himalaya !?

?Lebih salah lagi !? Tuhan menjawab, ?Tanpa teknologi pun manusia dapat menjangkau tempat itu.?

Malaikat ketiga menjawab, ?Di bintang atau planet yang sangat jauh dari bumi !?

?Kalau ini sangat konyol !? Tuhan tersenyum, ?Tidak usah pergi-pergi jauh kesana pun, manusia sekarang sudah mampu mengintipnya dengan teropong !?

Setelah beberapa lama tidak ada jawaban dari para malaikat-Nya, Tuhan pun membeberkan jawaban tebakan itu.

?Jika ingin tidak terlihat, Aku lebih suka bersembunyi di dalam hati manusia, karena akhir-akhir ini manusia mulai jarang memperhitungkan hatinya..?

... baca selengkapnya di Bila Tuhan Bermain Petak Umpet Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 02 Maret 2015

Hasil Riset Tentang Uang: Menggembirakan atau Menyakitkan?

Hasil Riset Tentang Uang: Menggembirakan atau Menyakitkan? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Judul sebuah artikel di Harvard Business Review edisi Maret 2010 menggelitik saya untuk segera membacanya. Tulisan yang berjudul “The Mere Thought of Money Makes You Fell Less Pain” tersebut mengungkapkan hasil penelitian Kathleen D. Vohs, seorang professor bidang Marketing di University of Minnesota, Amerika Serikat. Kathleen melakukan riset dengan metode eksperimen yaitu dengan meminta satu kelompok peserta (misalnya Kelompok 1) untuk menghitung uang dan satu kelompok peserta lainnya (misalnya Kelompok 2) untuk menghitung potongan kertas. Setelah mereka selesai menghitung, peserta pada masing-masing kelompok dibagi dua lagi, misalnya kelompok A dan B, sehinga di kelompok 1 terdapat kelompok 1A dan 1B, sedangkan di kelompok 2 terdapat kelompok 2A dan 2B. Peserta dari kelompok 1 setelah selesai menghitung uang, sebagian dari mereka (kelompok 1A) diminta untuk segera memasukkan tangan mereka ke air panas, sedangkan sebagian lainnya dari peserta kelompok 1 (yaitu kelompok 1B) diminta untuk bermain computer game. Demikian pula untuk peserta di ke
... baca selengkapnya di Hasil Riset Tentang Uang: Menggembirakan atau Menyakitkan? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1